Kamis, 17 Mei 2018

Teks Pidato


Indonesia-Ku Kaya Keberagaman Suku, Bahasa, dan Budaya


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,

Marilah kita bersama-sama mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan karunianya kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan dan insyaallah penuh berkah ini untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada ibu Riau Wati, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pidato tentang “Indonesia-Ku Kaya Keberagaman Suku, Bahasa, dan Budaya”.

Yang saya hormati Dekan dan Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Yang saya hormati ibu Riau Wati sebagai dosen mata kuliah Wacana Bahasa Indonesia dan teman-teman yang saya sayangi.

Hadirin yang saya muliakan,

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku dan budaya. Keberagaman suku dan budaya di Indonesia memunculkan kekayaan bahasa dan sastra. Keberagaman bahasa yang ada menjadikan Indonesia membutuhkan bahasa persatuan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi. Maka, Indonesia memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Sebuah bahasa yang besar, yang layak untuk menjadi sebuah kebanggaan.

Negara Indonesia merupakan bangsa yang kaya. Kaya akan budaya, adat istiadat. Beragam bahasa mereka gunakan untuk berkomunikasi, berhubungan, bekerjasama dan bersosial dengan masyarakat. Meskipun begitu dengan beragam, bermacam, warna-warni adat dan istiadat, dengan menggunakan bahasa kita dapat mengungkapkan keinginan, kemampuan, ilmu dan pengetahuan kita dengan berbahasa Indonesia. Seperti yang telah pejuang - pejuang muda ikrarkan yang pada hari ini kita peringati bahwa “kami putera dan puteri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia”.

Hadirin sekalian,

Kenapa kita harus bangga dengan bahasa Indonesia yang sekarang kita miliki? Ini karena untuk dapat mengucapkan bahasa ini secara bebas, membutuhkan perjuangan yang begitu berat. Saat ini, kita memang sudah hidup di Negara yang merdeka. Tidak ada lagi peperangan melawan penjajah. Akan tetapi, bukan berarti kita berhenti dalam berjuang. Ada sebuah proses panjang penggunaan bahasa indonesia dijadikan sebagai bahasa pemersatu, oleh karena itu adalah sebuah kewajiban bagi kita sebagai generasi muda untuk menghargai peran dan kedudukan bahasa indonesia. Mengapa saya katakan demikian? apakah ada yang salah dengan bahasa yang kita gunakan sehari - hari?

Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai media pembelajaran di hampir semua jenjang dan tataran pendidikan. Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, dan bahasa negara. Kalau kita melihat kenyataan-kenyataan pemakaian itu, kita bisa memastikan bahwa bahasa Indonesia bermartabat tinggi. Pada dasarnya, pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar dapat berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggungjawab, berilmu, kreatif, sehat, sekaligus berakhlak mulia, baik dilihat dari aspek jasmani maupun rohani.

Pendidikan Sekolah dan perguruan tinggi sebagai salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tempat yang paling efektif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Pendidikan merupakan elemen penting bagi seluruh kehidupan manusia. Keberadaannya sangat membantu kemajuan bangsa, karena semakin tinggi kualitas pendidikan, akan semakin mudah menjadikan bangsa ini besar. Kita boleh berbesar hati karen kini di beberapa universitas luar negeri, bahasa Indonesia mulai banyak dipelajari. Pusat-pusat studi bahasa Indonesia cukup banyak ditemukan di sana. Di dalam negeri sendiri bahasa Indonesia juga digunakan secara meluas. Hampir semua buku terbitan ditulis dalam bahasa Indonesia. Hampir semua kegiatan resmi maupun tidak resmi, lisan maupun tulis, kita menggunakan bahasa Indonesia.

Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan bahasa indonesia sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, serta kemajuan bangsa Indonesia yang kita cintai untuk menyongsong masa depan.

Hadirin yang berbahagia.

Mungkin tidak banyak yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini dan sebelum saya akhiri pidato singkat ini, harapan saya adalah semoga melalui pidato yang saya sampaikan ini akan menambah kebanggaan kita terhadap Indonesia dan mencintai budaya asli Indonesia, serta mencintai dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia. Akhir kata saya ucapkan terimakasih atas perhatian dan mohon maaf apabila ada kata yang tidak berkenan bagi hadirin sekalian.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.



BUKU REFERENSI:
Mudji Sutrisno, dkk. 2005. Sejarah Filsafat Nusantara, Alam Pikiran Indonesia. Yogyakarta: Galangpress (Anggota IKAPI).
Dr. R. Kunjana Eahardi, M. Hum. 2006. Dimensi-Dimensi Kebahasaan. Yogyakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar