Nama : Fitri Mahendi Prameswari
NIM : 150388201075
NIM : 150388201075
Kelas : H-03
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Tugas : Membuat karangan cerpen
Mata Kuliah : Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia
Perjalanan Singkat di Sebuah Perkampungan
Suasana
sunyi ditemani bulan bintang yang bersinar terang dalam kegelapan. Entah apa
yang sedang aku pikirkan. Dengan bantuan cahaya lampu yang ada di dalam kamarku
pada saat itu. Aku masih sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk kegiatan
perkemahan yang diadakan oleh sekolah di sebuah perkampungan. Tetapi, ada
sesuatu yang mulai mengganggu pikiranku. Bagaimana tidak, aku takut rencana
yang telah kami persiapkan tidak berjalan sesuai yang kami harapkan. Aku mulai
berjalan menghampiri meja belajarku, mengambil handphone untuk menelpon salah
seorang temanku.
“Assalamualaikum.
Halo Ran, apa kamu sedang sibuk ?”
“Waalaikumsalam.
Tidak kok, ada apa Fit ?”
“Begini Ran, aku hanya
ingin bertanya apakah perlengkapan untuk perjalanan besok sudah dipersiapkan ?”
“Alhamdulillah, sudah Fit. Semua sudah selesai sesuai yang telah kita
rencanakan.”
“Baguslah kalau begitu Ran. Maaf sudah mengganggu waktumu. Semoga perjalanan
besok berjalan dengan lancar.”
“Iya
Fit, amin.”
Aku pun
mengakhiri percakapan singkatku dengan Rani. Aku pun meletakkan kembali
handphone ke meja belajarku. Keadaan di rumahku semakin sepi dan sunyi. Ku
lirik jam di kamarku yang sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Aku bergegas
menaiki tempat tidurku untuk istirahat agar kegiatan besok yang akan aku hadapi
dapat aku lakukan dengan semangat.
Keesokan
harinya, matahari bersinar terang menyambut indahnya pagi. Tanpa basa basi
lagi, aku pun bergegas bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Sesampainya di
kampus, aku melihat teman-temanku sudah berkumpul dan bersiap berangkat untuk
kegiatan perkemahan yang akan diadakan sekolah di salah satu perkampungan.
“Anak-anak,
ayo berkumpul semua. Kita akan absen terlebih dahulu.” Teriak bu guru.
Siswa dan
siswi pun segera berkumpul. Aku, Rani, Clara, dan Rama juga berbaris menunggu
giliran nama kami di panggil. Setelah selesai absen, siswa dan siswi pun
menaiki bus yang akan mengantarkan kami semua ke tempat tujuan. Di dalam bus,
aku duduk di samping Rama dan Clara duduk di samping Rani. Kami bernyanyi
dengan gembira selama perjalanan berlangsung agar tidak bosan.
“Ram, kamu bawa gitar kan ? kita nyanyi bareng-bareng yuk. Aku bosan
kalau hanya diam saja.”
“Mau
nyanyi lagu apaan Fit ?”
“Bagaimana
kalau kita nyanyi lagu kesukaan kita saja.”kata Clara dari arah belakang.
“Oke
Ra, Fit. Sebentar ya aku ambil gitar dulu.”
Rama memang
jago bermain gitar. Tak heran, jika kami suka menyuruhnya untuk bermain gitar
dan kami bernyanyi bersama. Tak terasa kami pun sampai di sebuah perkampungan
yang bernama “Kampung Ramai”. Kampung ini sangat bersih, nyaman, dan
penduduknya pun juga ramah.
“Bu, apakah
kita akan menginap di tempat ini ?”
“Iya Clara, tempat ini sangat cocok untuk kita. Selain karna wilayahnya
bersih dan nyaman. Penduduk di kampung ini sangat ramah sekali”
“Baiklah bu, kalau begitu kami akan mendirikan tenda terlebih dahulu.”
“Baiklah Fitri, tolong sampaikan sama teman-teman yang lain untuk
mendirikan tenda juga ya.”
Kami pun bergegas pergi untuk mendirikan tenda,
semuanya bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. Setelah semua barang-barang dirapikan
di dalam tenda, aku dan teman-teman pergi untuk melihat-lihat situasi
disana. Kebetulan hari itu
turun hujan lumayan lebat, sampai-sampai 2 tenda putra kebanjiran dan di mereka
pun bergegas memindahkan tenda milik mereka ke belakang. Untung saja aku di bawakan banyak
alat penghangat oleh ibu, meski begitu aku masih merasa kedinginan di sana,
akhirnya kami menghabiskan malam dengan tidur saling berhimpitan agar dapat
sedikit mengurangi dingin yang kami rasakan.
“Ran, Ra, kenapa hujan ya? Padahal malam ini kita akan membuat api
unggun. Kalau hujan begini sih gagal dong rencananya.”
“Iya nih Fit, mana di sini dingin lagi gara-gara hujan.”jawab Rani.
“Sudahlah, lebih baik kita tidur saja. Mudah-mudahan besok pagi sudah
tidak hujan lagi.” Tambah Clara
“Ya sudah, kita tidur yuk.” Jawabku.
Udara sejuk menyambut indahnya pagi di bumi perkemahan. Aku segera mandi
di wc umum, agar bisa bergantian dengan siswi yang lain. Setelah itu, kami melanjutkan
dengan senam pagi.
“Ayo anak-anak bangun! Kita akan melakukan senam pagi
dan bermain permainan, cepat kalian bangun!” tegas bu guru.
“Aduh bu, saya masih ngantuk bu. 5 menit lagi ya bu.”
“Ya ampun, Rama. Ayo bangun, sudah pagi ini.”
“Baik bu.”
Setelah senam, kami pun dibagikan sarapan dan kami menikmatinya
bersama – sama. Acara pun di lanjutkan kembali dengan berjalan-jalan di sekitar
perkampungan, melihat kehidupan warga di daerah tersebut. Mempelajari apa yang
menjadi kebiasaan mereka di sana. Kami semua terhibur dengan keceriaan dan
keramahan warga di sana. Di akhir kegiatan kami semua
mengadakan acara bakti sosial yang sudah kami rencanakan sebelum berangkat ke
sini. Para warga yang membutuhkan sangat senang sekali menerima bantuan yang
kami berikan. Setelah acara bakti sosial yang kami adakan, kami pun
bersiap-siap untuk membereskan peralatan kami sebelum kembali ke rumah. Kami di
bantu oleh para warga untuk mengulung tenda dan membersihkan tempat sekitar,
setelah selesai yaitu sekitar pukul 09.00 kami melakukan apel penutupan
kegiatan perkemahan. Perkemahan ini memang singkat, tetapi lumayan untuk
dijadikan pengalaman kami berkemah di kampung orang.
Belum ada sesuatu yang membuat pembaca merasakan "greget". Ayo, tulis saja, dari pengalaman biasa dapat dikemas menjadi karya yang luar biasa, kok.
BalasHapusTerimakasih ibu, saya akan membuat cerpen yang baru dengan pengalaman saya.
BalasHapus