Rabu, 11 Mei 2016

Membuat Cerpen Karangan sendiri

Nama            : Fitri Mahendi Prameswari
NIM              : 150388201075
Kelas             : H-03
Jurusan         : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas        : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Tugas            : Membuat karangan cerpen
Mata Kuliah : Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia



Perjalanan Singkat di Sebuah Perkampungan

Suasana sunyi ditemani bulan bintang yang bersinar terang dalam kegelapan. Entah apa yang sedang aku pikirkan. Dengan bantuan cahaya lampu yang ada di dalam kamarku pada saat itu. Aku masih sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk kegiatan perkemahan yang diadakan oleh sekolah di sebuah perkampungan. Tetapi, ada sesuatu yang mulai mengganggu pikiranku. Bagaimana tidak, aku takut rencana yang telah kami persiapkan tidak berjalan sesuai yang kami harapkan. Aku mulai berjalan menghampiri meja belajarku, mengambil handphone untuk menelpon salah seorang temanku.

            “Assalamualaikum. Halo Ran, apa kamu sedang sibuk ?”
            “Waalaikumsalam. Tidak kok, ada apa Fit ?”
      “Begini Ran, aku hanya ingin bertanya apakah perlengkapan untuk perjalanan besok sudah dipersiapkan ?”
“Alhamdulillah, sudah Fit. Semua sudah selesai sesuai yang telah kita rencanakan.”
“Baguslah kalau begitu Ran. Maaf sudah mengganggu waktumu. Semoga perjalanan besok berjalan dengan lancar.”
            “Iya Fit, amin.”

Aku pun mengakhiri percakapan singkatku dengan Rani. Aku pun meletakkan kembali handphone ke meja belajarku. Keadaan di rumahku semakin sepi dan sunyi. Ku lirik jam di kamarku yang sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Aku bergegas menaiki tempat tidurku untuk istirahat agar kegiatan besok yang akan aku hadapi dapat aku lakukan dengan semangat.

Keesokan harinya, matahari bersinar terang menyambut indahnya pagi. Tanpa basa basi lagi, aku pun bergegas bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Sesampainya di kampus, aku melihat teman-temanku sudah berkumpul dan bersiap berangkat untuk kegiatan perkemahan yang akan diadakan sekolah di salah satu perkampungan.

“Anak-anak, ayo berkumpul semua. Kita akan absen terlebih dahulu.” Teriak bu guru.

Siswa dan siswi pun segera berkumpul. Aku, Rani, Clara, dan Rama juga berbaris menunggu giliran nama kami di panggil. Setelah selesai absen, siswa dan siswi pun menaiki bus yang akan mengantarkan kami semua ke tempat tujuan. Di dalam bus, aku duduk di samping Rama dan Clara duduk di samping Rani. Kami bernyanyi dengan gembira selama perjalanan berlangsung agar tidak bosan.

“Ram, kamu bawa gitar kan ? kita nyanyi bareng-bareng yuk. Aku bosan kalau hanya diam saja.”
            “Mau nyanyi lagu apaan Fit ?”
            “Bagaimana kalau kita nyanyi lagu kesukaan kita saja.”kata Clara dari arah belakang.
            “Oke Ra, Fit. Sebentar ya aku ambil gitar dulu.”

Rama memang jago bermain gitar. Tak heran, jika kami suka menyuruhnya untuk bermain gitar dan kami bernyanyi bersama. Tak terasa kami pun sampai di sebuah perkampungan yang bernama “Kampung Ramai”. Kampung ini sangat bersih, nyaman, dan penduduknya pun juga ramah.

“Bu, apakah kita akan menginap di tempat ini ?”
“Iya Clara, tempat ini sangat cocok untuk kita. Selain karna wilayahnya bersih dan nyaman. Penduduk di kampung ini sangat ramah sekali”
“Baiklah bu, kalau begitu kami akan mendirikan tenda terlebih dahulu.”
“Baiklah Fitri, tolong sampaikan sama teman-teman yang lain untuk mendirikan tenda juga ya.”

            Kami pun bergegas pergi untuk mendirikan tenda, semuanya bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing.  Setelah semua barang-barang dirapikan di dalam tenda, aku dan teman-teman pergi untuk melihat-lihat situasi disana.  Kebetulan hari itu turun hujan lumayan lebat, sampai-sampai 2 tenda putra kebanjiran dan di mereka pun bergegas memindahkan tenda milik mereka ke belakang. Untung saja aku di bawakan banyak alat penghangat oleh ibu, meski begitu aku masih merasa kedinginan di sana, akhirnya kami menghabiskan malam dengan tidur saling berhimpitan agar dapat sedikit mengurangi dingin yang kami rasakan.

“Ran, Ra, kenapa hujan ya? Padahal malam ini kita akan membuat api unggun. Kalau hujan begini sih gagal dong rencananya.”
“Iya nih Fit, mana di sini dingin lagi gara-gara hujan.”jawab Rani.
“Sudahlah, lebih baik kita tidur saja. Mudah-mudahan besok pagi sudah tidak hujan lagi.” Tambah Clara
“Ya sudah, kita tidur yuk.” Jawabku.

Udara sejuk menyambut indahnya pagi di bumi perkemahan. Aku segera mandi di wc umum, agar bisa bergantian dengan siswi yang lain. Setelah itu, kami melanjutkan dengan senam pagi.

“Ayo anak-anak bangun! Kita akan melakukan senam pagi dan bermain permainan, cepat kalian bangun!” tegas bu guru.
“Aduh bu, saya masih ngantuk bu. 5 menit lagi ya bu.”
“Ya ampun, Rama. Ayo bangun, sudah pagi ini.”
“Baik bu.”

Setelah senam, kami pun dibagikan sarapan dan kami menikmatinya bersama – sama. Acara pun di lanjutkan kembali dengan berjalan-jalan di sekitar perkampungan, melihat kehidupan warga di daerah tersebut. Mempelajari apa yang menjadi kebiasaan mereka di sana. Kami semua terhibur dengan keceriaan dan keramahan warga di sana. Di akhir kegiatan kami semua mengadakan acara bakti sosial yang sudah kami rencanakan sebelum berangkat ke sini. Para warga yang membutuhkan sangat senang sekali menerima bantuan yang kami berikan. Setelah acara bakti sosial yang kami adakan, kami pun bersiap-siap untuk membereskan peralatan kami sebelum kembali ke rumah. Kami di bantu oleh para warga untuk mengulung tenda dan membersihkan tempat sekitar, setelah selesai yaitu sekitar pukul 09.00 kami melakukan apel penutupan kegiatan perkemahan. Perkemahan ini memang singkat, tetapi lumayan untuk dijadikan pengalaman kami berkemah di kampung orang.

2 komentar:

  1. Belum ada sesuatu yang membuat pembaca merasakan "greget". Ayo, tulis saja, dari pengalaman biasa dapat dikemas menjadi karya yang luar biasa, kok.

    BalasHapus
  2. Terimakasih ibu, saya akan membuat cerpen yang baru dengan pengalaman saya.

    BalasHapus