Kamis, 12 Mei 2016

Puisi Karangan Sendiri

Nama            : Fitri Mahendi Prameswari
NIM              : 150388201075
Kelas             : H-03
Jurusan         : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas        : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Tugas            : Membuat karangan cerpen
Mata Kuliah : Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia



Sahabat Pelipur Hati

Sahabat
Hatiku yang dulu sepi, kini menjadi berarti
semua hilang, ketika kau muncul sebagai pelipur hati
Hingga aku merasakan kembali, makna atas hidup ini
terima kasih, telah menjadi sahabat sejati

Sahabat
Kau bagaikan malaikat bagiku
Malaikat yang selalu setia, menemani, menghiasi hari-hariku
Beragam cerita, telah kita lalui
Suka duka, tersimpan dalam memori
Aku ingin kita tetap bersama
Mengubah dunia, dengan persahabatan kita
Namun, kadang sesaat aku terpikir
Semakin hari, kita akan terus beranjak dewasa
Kita akan sibuk menata masa depan
Pertemuan kita pun akan menjadi singkat
Bahkan, kita akan jarang untuk berjumpa

Tak terbayang olehku
Waktu ini kan terjadi padaku
Semua telah berubah
Tak akan ada lagi waktu lebih tuk kita
Waktu saling berbagi cerita, suka maupun duka
Tak akan ada lagi tawa dan canda
Tak akan ada lagi tangis bahagia
Disaat itulah aku selalu merindukanmu
Rindu, akan tentang semua kenangan
Sedih ?
Ya, perasaan itu yang akan muncul
Aku mulai mengerti sekarang
Semua pertemuan, pasti ada perpisahan
Perpisahan yang banyak meneteskan air mata

3 komentar:

  1. Hai Fit, ada baiknya, tulisan yang kita buat dibaca kembali. Kita resapi kembali.
    Puisi yang Fitri tulis cukup baik. Bisa lebih indah lagi jika kemampuan memilih diksi, penggunaan gaya bahasa, ditingkatkan dengan banyak membaca. Ada banyak kata yang sebenarnya dapat dihilangkan. Bukankah puisi itu karya yang padat kata namun sarat makna? ^_^

    BalasHapus
  2. Hai Fit, ada baiknya, tulisan yang kita buat dibaca kembali. Kita resapi kembali.
    Puisi yang Fitri tulis cukup baik. Bisa lebih indah lagi jika kemampuan memilih diksi, penggunaan gaya bahasa, ditingkatkan dengan banyak membaca. Ada banyak kata yang sebenarnya dapat dihilangkan. Bukankah puisi itu karya yang padat kata namun sarat makna? ^_^

    BalasHapus
  3. terimakasih ibu Titik telah memberikan keritikan dan masukan pendapat ibu untuk puisi saya. Saya akan memperbaikinya dan kembali mempostingnya ke blog ^v^

    BalasHapus