Nama : Fitri Mahendi Prameswari
Kelas :
H-03
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jendral Polisi (Purn)
Hoegeng Imam Santoso
Lahir
: Pekalongan, Jawa Tengah, 14 Oktober 1921
Meninggal : 14 Juli 2014
umur
: 82 tahun
Latar belakang
Tokoh Indonesia yang satu ini terkenal sebagai polisi yang juju dan
sederhana ditengah ketidakpercayaan masyarakat kepada kepolisian. Hoegeng
Imam Santoso merupakan putra sulung dari pasangan Soekario Kario Hatmodjo
dan Oemi Kalsoem. Hoegeng sama sekali tidak pernah mempermasalahkan ningrat
atau tidaknya seseorang dalam bergaul. Sejak kecil beliau juga di didik dalam
keluarga yang menekankan kedisiplinan dalam segala hal. Hoegeng mengenyam
pendidikan dasarnya pada usia enam tahun pada tahun 1927 di Hollandsch
Inlandsche School (HIS). Tamat dari HIS, ia memasuki Meer Uitgebreid Lager
Onderwijs (MULO) pada tahun 1934 yang setingkat dengan SMP di Pekalongan. Lalu
pada tahun 1937 beliau melanjutkan pendidikan ke Algemeene Middlebare School
(AMS) setingkat SMA.
Karier
Saat menjadi Kapolri Hoegeng Imam
Santoso melakukan pembenahan beberapa bidang yang menyangkut struktur
organisasi di tingkat Mabes Polri. Pada masa jabatannya terjadi perubahan nama
pimpinan polisi dan markas berkasnya. Beliau adalah salah satu tokoh Kepolisian
Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik
Indonesia ke-5 yang bertugas dari tahun 1968-1971. Hoegeng juga merupakan salah
satu penandatanganan petisi 50. Banyak hal terjadi selama kepemimpinan Kapolri
Hoegeng Imam Santoso. Pertama, Hoegeng melakukan pembenahan beberapa bidang
yang menyangkut struktur organisasi di tingkat Mabes Polri. Hasilnya struktur
yang baru lebih terkesan lebih dinamis dan komunikatif. Kedua, adalah soal
perubahan nama masrkas besarnya, berdasarkan Keppres No.52 Tahun 1969, sebutan
Panglima Angkatan Kepolisian RI (Kapolri). Dengan begitu, nama Markas Besar
Angkatan Kepolisian pun berubah menjadi Markas Besar Kepolisian (Mabak).
Kesederhanaan Hoegeng Imam Santoso
Ternyata masa menyenangkan itu tidak
berlaku bagi Hoegeng yang anti digosok. Pria yang pernah di nobatkan sebagai
“The Man of the Year” 1970 ini pensiun tanpa memiliki rumah, kendaraan, maupun
barang mewah. Rumah dinas menjadi milik Hoegeng atas pemberian dari kepolisian.
Beberapa kapolda patungan membeli mobil Kingswood, yang kemudian menjadi
satu-satunya mobil yang ia miliki. Hoegeng diberhentikan dari jabatannya
sebagai Kapolri pada 2 Oktober 1971, dan ia kemudian digantikan oleh Komisaris
Jendral Polisi Drs. Moh. Hasan. Pemberhentiannya tersebut, antara lain
dikarenakan masa jabatannya sebagai Kapolri saat itu belum habis. Memasuki masa
pensiun Hoegeng menghabiskan waktu dengan menekuni hobinya sejak remaja, yakni
bermain musik Hawaiian dan melukis. Lukisan itu lah yang kemudian menjadi sumber
Hoegeng untuk membiayai keluarga.
Tak heran,
Almarhum Gus Dur pernah berkata :
“ Di Indonesia ini hanya tiga polisi
jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng “.
Penghargaan
Atas semua pengabdiannya kepada negara, Hoegeng Imam Santoso telah menerima
sejumlah tanda jasa :
-
Bintang Gerilya
-
Bintang Dharma
-
Bintang Bhayangkara I
-
Bintang Kartika Eka Paksi I
-
Bintang Jalasena I
-
Bintang Swa Buana Paksa I
-
Satya Lencana Sapta Marga
-
Satya Lencana Perang kemerdekaan (I dan II)
-
Satya Lencana Dasa Warsa
-
Satya Lencana Yana Utama
-
Satya Penegak
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusApakah tulisan ini hasil wawancara langsung? Tugas yang diminta, menuliskan biografi dari hasil wawancara.
BalasHapusApakah tulisan ini hasil wawancara langsung? Tugas yang diminta, menuliskan biografi dari hasil wawancara.
BalasHapusMaaf ibu titik, tugas ini saya post pada tahun 2015 untuk mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan pak Robby sebagai dosennya bu. Ini bukan termasuk tugas yang ibu berikan.
BalasHapus